Market Review
Dow Jones kemarin malam ditutup flat turun 6 poin atau 0,05% pada 12.563 terutama atas mandeknya finalisasi kesepakatan restrukturisasi utang negara Yunani dengan pemegang obligasi swasta. Dow Jones yang sempat turun sedalam 12.529, namun masih diwarnai aksi beli atas kebijakan bank sentral Amerika yang akan mempertahankan kebijakan tingkat bunga rendah sampai pertengahan tahun 2013 dan juga aksi beli terhadap tiga emiten teknologi IBM, Verizon, dan Microsoft yang mencatatkan kenaikan harga lebih dari 1% kemarin. Pasar saham Jepang dibuka pada teritori hijau pagi ini, sedang Singapur, Malaysia dan sebahagian lain pada teritori merah.
IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed dilatar belakangi oleh sentiment negatif regional. Disarankan transaksi jangka pendek atas saham dengan fundamental dan kapitalisasi memadai. Saham pilihan MAPI, UNVR, UNTR, ASII, PTBA, BBRI, JSMR.
Ringkasan Berita & Komentar
APOL menerbitkan Waran Seri I sebanyak 899,53 juta lembar yang akan dibagikan kepada para pemegang 8,75% USD Guaranteed Secured Notes sebagai bagian dari restrukturisasi utang. Waran dirilis 30 Januari 2012 dengan harga pelaksanaan Rp120 dengan jangka waktu eksekusi waran hingga 30 Juni 2022 dan tidak diperpanjang.
Asia Rivers Advisors Pte Ltd berencana menambah kepemilikan saham pada DGIK dari 15% menjadi 55%, sehingga perusahaan asal Singapura itu menjadi pengendali baru.
Sumber daya alam (resource) KKGI bertambah 56,1 juta ton yang berasal dari anak usaha PT Insana Bara Perkasa. KKGI tahun 2012 menargetkan penjualan 6 juta ton, naik dari estimasi tahun 2011 3,5 juta ton dengan ASP 2012 USD 69/ton, naik dibandingkan ASP 2011 USD 59,8/ton.
JSMR menggandeng PT Sier (Surabaya Industrial Estate Rungkut) dan PT PP Tbk (PTPP) untuk membangun bisnis kawasan kota mandiri di pinggir jalan tol di Jawa Timur dan mengincar lahan seluas 200 ha. Perseroan juga akan menganggarkan dana sebesar Rp 150 miliar untuk pengembangan usaha lain seperti penyertaan saham.
Para pemegang obligasi wajib konversi (OWK) FREN menyetujui rencana perseroan untuk melakukan konversi yang nilainya mencapai Rp 4,7 triliun. Tahun lalu, perseroan menerbitkan OWK senilai Rp 2,4 triliun. Agar pemodal mau membeli sisa obligasi yang akan diterbitkannya di tahun ini, senilai Rp 2,3 triliun, manajamen FREN menawarkan konversi saham seri C dengan harga yang lebih tinggi yakni Rp 100 per saham.
TINS mulai mengucurkan investasi yang bersifat multi years senilai total Rp 1,6 triliun mulai tahun ini. Dana tersebut akan diserap untuk tiga kebutuhan. Pertama, TINS menyiapkan dana Rp 500 miliar untuk melanjutkan proyek modifikasi kapal keruk menjadi kapal skala besar atau bucket wheel dredge (BWD) yang sudah dilakukan sejak tahun lalu. Kedua, TINS akan membangun dua BWD baru senilai Rp 900 miliar. Ketiga, TINS akan membangun lima kapal keruk berskala kecil atau kapal isap dengan alokasi dana Rp 200 miliar. Pada 2012, TINS mengincar produksi timah sebanyak 50.000 ton atau tumbuh 51,51% daripada produksi 2011 yang ditaksir 33.000 ton.
HPAM menargetkan dana kelolaan sebesar Rp 4,4 triliun pada 2012 ini atau naik sebesar 21% dari dana kelolaan akhir 2011. Sampai akhir 2011 lalu, HPAM sudah memiliki 12 jenis reksadana yang dua diantaranya merupakan unggulan, yaitu HPAM Premiun 1 dan HPAM Ultima Ekuitas 1.
BI berniat mengurangi porsi kepemelikan asing di SBN untuk mengurangi dampak buruk arus modal keluar. Langkah itu dilakukan bank sentral dengan masuk ke pasar SBN bertenor 15–20 tahun. Dengan demikian, volatilitas rupiah dapat lebih terjaga.
Pemerintah mempertimbangkan kenaikan harga premium sebesar Rp 500–Rp 1500 per liter. Pemerintah juga memastikan tidak akan membatasi konsumsi BBM bersubsidi mulai 1 April.
Realisasi penanaman modal asing di industri manufaktur melonjak 167% dari US$ 2,53 miliar pada 2010 menjadi US$ 6,77 miliar pada 2011. Pencapaian itu merupakan pertumbuhan tertinggi di sektor tersebut dalam lima tahun terakhir.
Total utang pemerintah Indonesia hingga akhir 2011 mencapai Rp 1.803,49 triliun atau naik Rp 126,64 triliun dalam setahun dibandingkan 2010 yang mencapai Rp 1.676,85 triliun. Secara rasio terhadap PDB, utang pemerintah Indonesia juga naik dari 26% di 2010 menjadi 28% pada akhir 2011.
0 komentar:
Poskan Komentar