Senin, Januari 30

Equity_Update 30 Januari 2012

Market Review

Dow Jones Jum’at minggu lalu ditutup turun 74 poin atau 0,58% pada 12.660 terutama atas rilis
data pertumbuhan PDB kuartal IV 2011 pada 2,8% YoY lebih rendah dari estimasi konsensus 3% YoY. Sementara itu pada akhir pekan masih berlangsung negosiasi akhir antara investor swasta dan pemerintah Yunani mengenai sistem pembayaran bonus kepada investor jika dimasa depan ekonomi Yunani membaik. Pada saat ini sudah disepakati pemotongan nilai nominal sebesar 50% dan tingkat kupon yang baru sebesar 3,6% untuk tenor 30 tahun. Berlarut-larutnya kesepakatan ini menambah kegamangan investor Amerika pada Jum’at malam. Rilis data PDB Amerika yang dibawah estimasi juga memberi sentimen negatif pada pasar Asia pagi ini atas menurunnya kinerja ekspor korporasi Asia.
IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed dilatar belakangi oleh sentimen negatif regional. Disarankan transaksi jangka pendek atas saham dengan fundamental dan kapitalisasi memadai. Saham pilihan MAPI, UNVR, INDF, ASII, PGAS, PTBA, AALI.

Ringkasan Berita & Komentar

CTRA berencana membangun satu atau dua unit rumah sakit berkapasitas 120 tempat tidur dengan mengalokasikan dana Rp 200 miliar dari kas internalnya. Perseroan mengincar lokasi di Jakarta dan Surabaya.

KREN menargetkan kenaikan pendapatan 30% sampai 40% dari pendapatan di 2011. Tahun ini, perseroan akan melakukan beberapa penjaminan emisi berupa penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) yang rencananya akan ada sekitar 3-5 penjaminan IPO. Dua perusahaan yang sudah berkomitmen adalah PT Asuransi Mitra dan PT Supraboga Lestari.

PT Indolakto, anak usaha ICBP, membangun pabrik baru senilai US$ 130 juta di lahan seluas 11 hektare yang sudah dimulai sejak Maret 2011 lalu. Pabrik yang terletak di Pasuruhan ini akan memproduksi beberapa produk dairy. Merek unggulan dari Indolakto adalah Indomilk, Cap Enaak, Tiga Sapi, Kremer, Orchid Buttler, Indoeskrim dan Nice Yogurt.

Pefindo kembali menurunkan peringkat BLTA beserta Obligasi III/2007 dan Obligasi IV/2009 menjadi idCCC dari id BBB-, menyusul kegagalan anak usaha perseroan membayar fasilitas sewa guna usaha (lease) tertentu.
Pefindo juga memangkas peringkat Sukuk Ijarah I/2007 dan Sukuk Ijarah II/2009 dari idBBB-(sy) menjadi idCCC(sy) yang disebabkan oleh kemungkinan gagal bayar (default) utang-utang sehubungan dengan akan disampaikannya pengumuman debt standstill oleh perseroan.

Tukar guling saham antara DSSA dengan United Fiber System Ltd (UFS) akan terealisasi di Juli 2012. Rencananya UFS akan menerbitkan saham baru dan langsung di eksekusi oleh DSSA. Sedangkan DSSA akan membayar saham baru UFS dengan mengalihkan saham PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS).
Pasca transaksi tersebut, DSSA akan menguasai 92,76% saham UFS atau setara 44,275 miliar saham, sementara UFS memiliki seluruh kepemilikan DSSA di GEMS yaitu 66,99%.

TPIA mengucurkan pinjaman kepada anak usahanya, PT Petrokimia Butadiene Indonesia (PBI) senilai US$ 120 juta. PBI akan menggunakan dana tersebut untuk membiayai proyek C4 Derivative, yang terdiri dari pembangunan pabrik ekstraksi Butadiene dan ekstraksi Butene-1 di Cilegon, Banten.

EXCL membukukan laba bersih 2011 senilai Rp 2,83 triliun, atau turun 2% dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 2,89 triliun. Pendapatan usaha tercatat Rp 18,9 triliun, atau naik 7% dari pencapaian 2010 yang sebesar Rp 17,6 triliun. Sepanjang 2011 terjadi peningkatan pada beban usaha, terutama pengeluaran untuk gaji dan kesejahteraan karyawan yang naik signifikan, juga ada kenaikan pada beban operasional lainnya. Sementara, laba dari selisih kurs justru turun signifikan. Pemerintah menyiapkan dua opsi kenaikan tarif dasar listrik (TDL) mulai 1 April 2012, yakni kenaikan langsung 10% serta kenaikan bertahap 1% per bulan hingga total mencapai 10%. Meski begitu, TDL untuk pelanggan berdaya listrik paling rendah akan dipertahankan.

Menurut perkiraan Bank Indonesia, inflasi Januari 2012 akan mencapai 0,6%–0,7% MoM atau sekitar 3,5% YoY. Nilai tengah estimasi inflasi Januari menurut ekonom yang disurvei Bloomberg hingga Jumat lalu (27/1) adalah 0,75% MoM
atau 3,6% YoY.

0 komentar:

Poskan Komentar